Monday, January 25, 2010
Nak menulis tapi hati terkulai, jiwa berkecai, segalanya hancur tidak tersisa. Lalu ku unkapkan ini, sebagai penterjemah hatiku...
Setulus Doa
Sesuci embun pagi
Dibasahi tasbih memuji
Tuhan pencipta alam semesta
Kulagukan hasrat hati
Pada Mu Tuhan menyerah diri
Mangharap lautan rahmat Mu
Penyeri di sana nanti
Oh Ya Allah
Kuiringi pengharapan di malam sunyi
Tangisan mengalir air mata
Hilangkan jemu sujud menyembah
Sebagai saksi pembantu diri
Tangan menadah himpunan rahmat Ilahi
Moga diri terarah ke syurga nanti
Bertemu Tuhan cita pertama
Nikmat yang tiada terhingga
Syahdu rindu bila maghfirah Mu
Membaluti tubuhku
Luka-luka tercalar dosa dan noda
Membawaku ke alam cintamu Tuhan
Pasti janjinya ditepati kan beroleh bahagia
Buat insan yang bertaqwa
Tahta kebesaran bagi mereka
Thursday, January 21, 2010
menyorok di sebalik tirai rasa,
menghembus jiwa yang terselindung,
kini aku adalah dia yang datang,
mencicip sedikit doa dan restu,
mendaki sebuah gunung kehidupan.
sekian lama makin ku sedar,
tidak selamanya jalanku rata dan landai,
aku juga harus menjejak ke dalam lohong cinta,
dibayangi duri-duri nestapa,
mengalirkan darah redha,
penguat hati menujuMu duhai pencipta.
Aduhai Allah,
ku temuiMu di sebalik tangisan malamku,
rupanya Engkau adalah nafasku,
menemani seluruh perjalananku.
Subscribe to:
Posts (Atom)
